6 Tips Penting dalam Instalasi Scaffolding

Diperbarui: 13 Okt 2020


Instalasi scaffolding adalah aktivitas berisiko bagi mereka yang melakukan, begitu pula untuk masyarakat umum. Panduan instruksional ini memberikan langkah-langkah yang perlu diikuti oleh orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan semacam itu. Hal ini ditujukan bagi mereka yang bekerja langsung di industri konstruksi, juga untuk supervisor perencanaan, kontraktor dan klien utama. Untuk menjamin operasi scaffolding dilakukan dengan aman, berikut adalah poin terpenting yang harus dipertimbangkan.

1. Mempersiapkan area

Pondasi sangat penting untuk konstruksi apapun. Melaksanakan pekerjaan konstruksi di lapangan yang tidak rata atau tidak stabil adalah praktik yang buruk dan bisa sangat berbahaya. Permukaan atau tanah harus sestabil ​​mungkin dan tanah harus tidak dapat ditembus dan harus dapat mendukung scaffolding, bahkan dalam cuaca basah.

2. Menjamin keamanan merupakan prioritas

Jangan pernah memotong sudut saat keamanan struktur diperhatikan. Pastikan struktur itu seaman mungkin sepanjang waktu, begitu juga peralatan safety seperti kacamata, topi keras dan sarung tangan, semuanya berkualitas baik. Tangga, pegangan tangan, papan kaki dan gerbang akses harus dilengkapi untuk setiap tahap yang telah selesai. Jika tidak dilakukan sesuai, itu akan membuat Anda dan rekan kerja Anda memiliki risiko besar.

3. Keselamatan masyarakat umum Masyarakat harus dijauhkan dari area kerja dan area disekitarnya saat operasi scaffolding sedang berlangsung. Langkah-langkah untuk memastikan hal ini meliputi:

- Sementara operasi sedang berlangsung, penutupan jalan sementara dapat dilakukan. - Mengintegrasikan crash deck , terowongan dan kipas angin ke dalam scaffolding sesegera mungkin. - Memasang tanda dan rintangan dan mengalihkan publik dari operasi. - Lakukan operasi di jam 'tenang' yaitu pagi hari atau di malam hari atau selama akhir pekan. - Perhatikan orang cacat memerlukan akses yang sesuai di sepanjang trotoar yang dikelilingi scaffolding. - Simpan klip perancah dengan aman dan material lepas lainnya di scaffolding dan berhati-hatilah untuk tidak mengangkat atau menurunkan bahan dari pekerja site lain atau masyarakat umum.

4. Pemeriksaan scaffolding

Sebelum digunakan, pemeriksaan scaffolding yang benar harus dilakukan oleh petugas yang bertanggung jawab. Catatan evaluasi harian harus dipelihara dan diproduksi, diberi tanggal dan ditandatangani setiap hari dan harus mencakup hal-hal seperti rusak, rusak korosi dan keausan lainnya, serta bracing dan support yang rusak. Kondisi scaffolding, papan kaki dan pegangan tangan harus diperiksa secara menyeluruh, disertai dengan tanda-tanda klem yang pecah atau rusak, pin atau bracing.

5. Scaffolder bekerja pada ketinggian Untuk mencegah orang jatuh, scaffolder harus mengikuti metode kerja yang aman:

- Saat melepaskan atau mengangkat material, scaffolder harus dikaitkan ke platform, yang benar-benar dipasang dengan papan kaki dan pagar pembatas ganda.

- Semakin pekerjaan instalasi progress, minimal tiga platform kerja bersama dengan satu pagar pembatas disediakan.

- Untuk instalasi yang menggunakan satu tangan, harness selalu dipasang setiap saat oleh scaffolder dan harus dilengkapi dengan lanyard sepanjang 1.75m dan kait hook scaffolding 55mm atau yang serupa.

6. Pelatihan dan supervisi

Unsur yang paling penting dalam menghindari kecelakaan adalah pengetahuan dan pelatihan tentang scaffolding. Selanjutnya, jangan pernah melupakan pentingnya mengawasi kontraktor scaffolding. Kontraktor utama, klien dan pihak lain yang menangani harus mengambil langkah praktis untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan di lokasi atau tempat mereka dilakukan dengan aman.

Langkah sederhana meliputi:

Verifikasi tingkat pelatihan scaffolder dan siapa yang akan mengawasi / supervisi mereka di site. Mengawasi / supervisi di site untuk memastikan scaffolding mematuhi standar keselamatan yang sesuai.